Spekulasi Perginya Bastian Schweinsteiger | Bandar Judi | Judi Bola | Judi Online

SBXBET

Spekulasi Kepergian Bastian Schweinsteiger

bastian

Bandar Bola Online memberitakan – Sang legenda sepakbola Jerman, telah pergi dari tanah airnya. Telah dipastikan Bastian Schweinsteiger hijrah ke Manchester United pada Sabtu 11 July 2015 dengan menyisakan duka mendalam bagi penggemar Bayern Munchen.

Seperti El Real yang kehilangan Raul Gonzalez, Juventus yang melepas kepergian Alessandro Del Piero, dan Liverpool yang berpamitan dengan Steven Gerrard, Bayern Munchen pun demikian. Schweinsteiger seperti sudah digariskan sebagai one-man-club bersama Munchen. Tapi apa daya jika dia harus pindah ke Inggris.

Schweinsteiger dikabarkan berlabuh ke Old Trafford dengan banderol €18 juta hingga €20 juta dan dikontrak tiga musim dengan bayaran €10 juta per tahun, sama dengan gaji yang dia dapatkan di Allianz Arena. Sebelumnya, negosiasi perpanjangan kontraknya, yang menyisakan semusim lagi dengan Munchen tidak mencapai kata sepakat.

Kabar kepergian Schweinsteiger ke Inggris ini sudah tercium sejak Mei lalu setelah manajer Louis van Gaal dilaporkan ingin memperkuat lini tengah United sekaligus bereuni dengan mantan anak asuhnya di Munchen tersebut. Namun, banyak pihak menilainya sebagai rumor saja. Sejarah juga membuktikan, belum pernah ada pemain Jerman yang membela Red Devils. Nama terdekat adalah mantan kiper akademi United, Ron-Robert Zieler, namun yang bersangkutan belum sekalipun membela tim utama United.

Siapapun masih ingat dengan kemunculan gelandang muda eksplosif berambut pirang menyisir sisi sayap, kemudian berubah peran menjadi sosok tangguh di lapangan tengah. Setelah gagal di final Liga Champions 2010 melawan Inter Milan dan tangisan lain di Munchen ketika eksekusi pinalti Schweinsteiger kontra Chelsea di final Liga Champions 2012. Hingga tibanya moment puncak di musim 2012/13 dengan raihan treble winners bersejarah.

Setahun berselang, sang pengatur lapangan tengah Bayern Munchen ini lantas menyempurnakan kesuksesannya di level klub ini dengan  bersama timnas Jerman meraih juara Piala Dunia 2014 kontra Argentina di kuil sepakbola Maracana. 17 tahun, 20 gelar ditambah status juara dunia, menjadikannya sebagai favorit utama fans Bayern.

Pertanyaan lantas muncul, mengapa Schweinsteiger yang harus dilepas oleh Bayern? Sang pelatih, Pep Guardiola, disinyalir menjadi alasan kuat di balik perginya sang bintang.

“Pep bilang kepada Schweinsteiger, Masa depan ada di tanganmu sendiri. Bastian sudah menjalani kariernya sejauh ini dengan dasyat. Kini, dia sendiri yang harus menentukan,” tutur Pep pada awal Juli lalu. Secara pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa Pep sudah tidak membutuhkan Schweinsteiger lagi.

Banyak fans Munchen di media sosial menyuarakan tag  #DankeBasti #PepOut, menyayangkan kepergian Schweinsteiger sekaligus mengutuk Guardiola. “Guardiola sedang menghancurkan Munchen”, “Guardiola adalah lelucon”, “Bayern Munchen menangis karena kebodohan Guardiola” adalah beberapa tweet yang tercatat sebagai respons dari penggemar Bayern Munchen terhadap penjualan Schweinsteiger.

Internal klub pun turut bergejolak, menyesalkan kepergian Schweinsteiger. “Tentu kami akan menyesal jika dia pergi. Kami main di tim yang sama sejak usia 16. Bagi saya, dia adalah pemain luar biasa, namun keputusan terkait masa depannya diambil oleh ia sendiri dan klub,” ucap Philipp Lahm.

Presiden Bayern Munchen sekaligus legenda Jerman, Franz Beckenbauer, turut bersuara. “Beradaptasi dengan liga Eropa lain akan sulit untuk usianya. Dia telah bermain dengan kekuatan besar selama bertahun-tahun. Itu menguras tenaganya. Dia bisa mengakhiri kariernya di Amerika Serikat. Kalau saya berada di posisi Schweinsteiger, saya akan bertahan satu atau dua tahun lagi di Bayern Munchen,” tutup Beckenbauer.

Bagaiamanapun, Guardiola tentu punya pertimbangan sendiri. Lagi pula, lini tengah Bayern Munchen juga terlalu banyak. Sedikitnya, terdapat delapan pemain yang bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Schweinsteiger. Akan tetapi, dilepasnya sang bintang  tetap saja menyisakan tanda tanya bagi lini tengah Bayern.

Benar masih ada David Alaba yang dikembalikan ke posisi aslinya sebagai gelandang sentral yang dulunya di bek kiri karena kehadiran Juan Bernat. Namun selain Alaba, masa depan gelandang Bayern Munchen terlihat kurang menjanjikan.

Lahm dan Xabi Alonso? Keduanya sudah tua. Bahkan Alonso sebenarnya sudah tidak layak bermain penuh akibat blunder fatal yang berulang kali dilakukannya di musim lalu. Pemain Spanyol lainnya, Thiago Alcantara dan Javi Martinez, sulit untuk mencapai level terbaik karena sangat sering cedera. Talenta muda seperti Gianluca Gaudino dan rekrutan anyar Joshua Kimmich jelas belum siap.

Kepindahan Schweinsteiger ini mungkin bisa dimaklumi seandainya Toni Kroos tidak jadi pindah ke Real Madrid pada tahun lalu. Namun, dasarnya Guardiola ingin membentuk lini tengah tim dengan cita rasa Spanyol dengan mendatangkan Thiago dan Alonso yang mengharuskan Kroos pergi. Sekarang hanya tersisa Sebastian Rode sebagai gelandang tengah murni asal Jerman yang siap tempur. Hanya saja, Rode masih harus mematangkan diri untuk bisa selevel dengan Kroos atau Schweinteiger.

Rekrutan baru mencari pengganti Schweinsteiger di bursa transfer , masih menjadi wacana seperti yang dituturkan direktur olahraga Matthias Sammer. “Bastian sudah menjadi legenda klub. Dia harus digantikan oleh seseorang yang memiliki kepribadian sepertinya, tidak harus rekrutan anyar. Kami sudah memiliki 20 anggota skuat yang sangat bagus,” tutur Sammer.

Bagi tim sekelas Bayern yang dilatih Guardiola, pencapaian musim lalu yang hanya merebut titel Bundesliga jelas tidak cukup. Mantan pelatih Barcelona ini harus bisa menjawab keraguan untuk membuktikan bahwa dirinya bertindak benar dengan menjual Schweinsteiger. Liga Champions bakal menjadi pertaruhan Guardiola di musim 2015/16, musim terakhirnya di Allianz Arena sesuai dengan kontraknya.

Di tempat terpisah, di kota Manchester, Schweinsteiger sendiri tentu masih harus membuktikan diri dengan klub barunya. Dengan usianya yang sudah memasuki 31 tahun ditambah kondisi fisiknya yang sering cedera, tak bisa dipungkiri kapten timnas Jerman itu bakal mendapat tantangan berat untuk beradaptasi dengan ritme sepakbola Inggris.

Kami Agen Judi Online akan memberikan Informasi Tercepat,Terakurat dan Terpercaya hanya untuk Anda dan kami juga siap melayani Anda 24 jam. Untuk mendaftar dan info lebih lanjut silakan kunjungi www.sbxbet.com.  Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik silakan dicoba sendiri dan rasakan perbedaannya.

Supported By www.sbxbet.com | Judi Online

 

AGEN BOLA SBOBET IBCBET TANGKAS & CASINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA
agen sbobet